Sabtu, 21 Maret 2009

Air Terjun Tiga Tingkat Sarasah Guntuang "Pesonanya Kalahkan Lembah
Anai"

Jumat, 20 Maret 2009

Selain Danau Maninjau dan Puncak Lawang, ternyata Kabupaten Agam
menyimpan sebuah potensi pariwisata luar biasa, yang sampai sekarang
tidak terkelola. Air terjun tiga tingkat atau Sarasah Guntuang di Jorong
Sungai Guntuang, Kenagarian Pasia Laweh, Palupuh, tidak kalah menarik
dengan air terjun Sipiso-piso di Danau Toba.

Banyak referensi objek wisata air terjun di Sumatera Barat atau di
Indonesia. Sebut saja di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Bali, Lombok,
Manado dan Sumatera Utara. Bahkan nama besar air terjun terebut tidak
saja menggema di Indonesia, tapi menjulang hingga mancanegara, seperti
Cibeureum, Bantimurung, Sendang Gila atau yang terdekat di Sipiso-piso,
Danau Toba, Sumut.

Jika ingin membandingkan keindahan dan rasa takjub dari seluruh air
terjun ini dengan air terjun tiga tingkat Sarasah Guntuang, mari datang
menengok ke Jorong Sungai Guntuang, Pasia Laweh, Palupuh, Agam. Dari
kejauhan telah terdengar kerasnya dentuman dan deburan air terjun
tersebut menghempas telaga di bawahnya. Pesona air terjun ini bisa
dikatakan tidak kalah dengan air terjun Lembah Anai.

Bahkan setiap pagi dan sore ketika udara semakin lembab, kepulan uap air
dan embun dari Sarasah Guntuang mengepul seperti cendawan raksasa.
Apalagi ketika semakin dekat dengan sarasah tersebut, tiupan angin
selalu berdesing di telinga, seakan menambah nuansa magis air terjun
yang diyakini masih mempunyai nilai sakral oleh warga setempat.

Lokasinya berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat Nagari Pasia
Laweh, menuju arah Nagari Pagadih, Palupuh. Persisnya di tengah deretan
Bukit Barisan, yang mendaki dan menurun di antara lembah hijau di tengah
punggung Sumatera. Jalan ke Sarasah Guntuang cukup bagus dan mulus, tapi
memiliki beberapa tanjakan dan turunan tajam yang cukup menggigilkan
telapak kaki.

Sarasah Guntuang terletak antara dua lembah raksasa, yang airnya terus
mengalir ke tengah Nagari Palupuah. Tingkat pertama paling atas Sarasah
tersebut memiliki ketinggian sekitar 10 meter, dengan sebuah telaga batu
yang kerap memancarkan kilauan pelangi jika terkena sinar matahari.
Sebatang kayu lapuk yang telah memutih dengan diameter 1,5 meter
membelintang di tengah telaga pertama.

Tingkat kedua dan ketiga diperkirakan masing-masing memiliki ketinggian
antara 12 hingga 14 meter, juga dengan telaga seukuran diameter lima
meter. Dari kedua air terjun itulah tersembul uap air dan embun yang
mengepul seperti cendawan raksasa. Bahkan dari tingkat itu pula selalu
terdengar gemuruh hempasan air. Penduduk juga mengkeramatkan sarasah
ini. Mereka percaya setiap ada musibah yang akan menimpa, air sarasah
akan bergemuruh atau akan keluar ikan bersirip emas dari dasar telaga.
Karena kepercayaan itu pula penduduk tidak berani menebang pohon dekat
sarasah. (***)
pdg ekpress

0 komentar: